Lagi Pengen Nulis Banyak!
================
Tidak pandai berbicara dimuka bukan berarti tidak mengerti apa-apa tentang segala hal.
Perubahan sikap bisa terjadi kapan saja karena beberapa alasan dan sebab bukan karena datangnya sebuah nasihat.
Kebanyakan orang termasuk juga saya tidak berkeberatan apalagi menolak datangnya nasihat jika itu memang baik dan bijak diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.
Dalam hal kehidupan saya pribadi suka mendengarkan nasihat jika itu memang layak. Lepas dari itu, saya paling tidak suka di dikte berlebihan. Seminim-minimnya wawasan tetap saja saya hidup dan tumbuh diatas cara berfikir saya sendiri dengan mempertimbangkan beberapa nasihat dan baik buruknya bagi kehidupan. Dalam beberapa bagian saya menyayangkan kenapa seseorang yang sudah dianggap cakap dalam sosialnya masih ingin melampaui batasan-batasannya sendiri atas hak orang lain dan mengambil keputusan sepihak tanpa bertanya terlebih dahulu kesanggupan-kesanggupan yang pada orang lain menjadi hak dan tanggung jawab yang disematkan meski itu tidaklah formal. Lalu apa susahnya bertanya sebelum mengambil keputusan sepihak?? Bukankah dalam bersosial juga ada cara menghargai dengan benar?? Sayangnya saya bukan orang yang mudah mengiyakan terhadap beberapa keputusan apalagi yang tidak ada alasan dan kejelasannya. Selagi saya melaksanakan tugas dan fungsi saya dengan penuh tanggung jawab saya merasa sedikitnya keberatan dengan keputusan sepihak yang tak beralasan meski untuk beberapa hal sudah saya lepaskan. Sebagai manusia saya juga tidak akan luput dari salah dan koreksi dari orang-orang sekitar maka sebab itu jika memang salah ya mohon diarahkan ke yang lebih baik dan benar melalui jalan yang seharusnya bukan mengambil keputusan yang seenaknya sendiri karena kita hidup bersosial.
~RU
================
Tidak pandai berbicara dimuka bukan berarti tidak mengerti apa-apa tentang segala hal.
Perubahan sikap bisa terjadi kapan saja karena beberapa alasan dan sebab bukan karena datangnya sebuah nasihat.
Kebanyakan orang termasuk juga saya tidak berkeberatan apalagi menolak datangnya nasihat jika itu memang baik dan bijak diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.
Dalam hal kehidupan saya pribadi suka mendengarkan nasihat jika itu memang layak. Lepas dari itu, saya paling tidak suka di dikte berlebihan. Seminim-minimnya wawasan tetap saja saya hidup dan tumbuh diatas cara berfikir saya sendiri dengan mempertimbangkan beberapa nasihat dan baik buruknya bagi kehidupan. Dalam beberapa bagian saya menyayangkan kenapa seseorang yang sudah dianggap cakap dalam sosialnya masih ingin melampaui batasan-batasannya sendiri atas hak orang lain dan mengambil keputusan sepihak tanpa bertanya terlebih dahulu kesanggupan-kesanggupan yang pada orang lain menjadi hak dan tanggung jawab yang disematkan meski itu tidaklah formal. Lalu apa susahnya bertanya sebelum mengambil keputusan sepihak?? Bukankah dalam bersosial juga ada cara menghargai dengan benar?? Sayangnya saya bukan orang yang mudah mengiyakan terhadap beberapa keputusan apalagi yang tidak ada alasan dan kejelasannya. Selagi saya melaksanakan tugas dan fungsi saya dengan penuh tanggung jawab saya merasa sedikitnya keberatan dengan keputusan sepihak yang tak beralasan meski untuk beberapa hal sudah saya lepaskan. Sebagai manusia saya juga tidak akan luput dari salah dan koreksi dari orang-orang sekitar maka sebab itu jika memang salah ya mohon diarahkan ke yang lebih baik dan benar melalui jalan yang seharusnya bukan mengambil keputusan yang seenaknya sendiri karena kita hidup bersosial.
~RU
Komentar
Posting Komentar