Semoga

Saling maaf-maafan tradisi lebaran
Aku manusia dan aku perempuan biasa yang sejak lebaran H+1 hingga seterusnya terfikir dalam harap (semoga) kesalahan demi kesalahan lama apalagi yang sama tidak akan lagi terulang
Aku manusia yang pada setiap kesalahan inginnya dimaafkan dan memaafkan tanpa syarat dan alasan apa-apa selain "Lillah"
Tapi nyatanya aku tetaplah manusia biasa yang terkadang bisa marah sebab alasan-alasan yang tidak menyenangkan untuk diingat apalagi yang tak bisa dilupakan dengan cepat
Pengkhianatan dan kebohongan bagi sebagian orang sudah bisa menyakitkan apalagi yang disertai dengan cacian, makian dan hinaan tanpa rasa kemanusiaan
Aku manusia yang pada manusia lain kadang mengingat kebaikannya saja dan kadang pada beberapa hanya mengingat kesalahannya jika sakitnya terlalu besar dan dalam bagi kehidupan
Dan ternyata benar kata sebagian orang jika hal yang lebih melukai dan menyakitkan hati bukanlah pukulan atau tamparan keras yang mengena dibadan melainkan ucapan yang keluar tanpa kenal perasaan
Dihari lalu aku menyebutnya (PELANGIKU) yang sejak 5 Desember kemarin senja telah menghapus segala warna dan rupa indahnya dari mata dan hatiku hanya tersisa jingga kala itu yang hari ini masih menjadikannya abu-abu
Meski kini tawa demi tawa kembali mendayu menghiasi telinga hingga kedasar hati tetap saja rasa sakit masihlah terasa membelenggu pilu
Dan hari ini setelah hari fitri berlalu aku juga inginkan merdeka dalam hati dan hidup
Merdeka dengan ikhlas dan tulus memaafkan pada setiap kesalahan besar yang meracun dihati selama ini
Semoga Tuhan menghadiahi hati yang baru dan kembali fitri
SEMOGA.
~RU

Komentar